Jumat lalu jadi salah satu sesi ngopi yang cukup membuka perspektif. Bukan sekadar “ngopi bareng”, tapi lebih ke eksplorasi rasa—ketika alat seduh ternyata bisa mengubah cara kita memahami kopi.
Saya kedatangan teman yang sama-sama suka manual brew. Seperti biasa, saya sudah siap dengan “line-up” andalan:
1. Arabika Flores Bajawa (honey)
2. Arabika Blue Mountain (natural)
3. Arabika Puntang (honey)
Semua beans ini saya ambil dari Indah Utama Coffee Store—salah satu toko yang cukup konsisten soal kualitas dan profil roasting.
Setup: Familiar vs Eksperimen
Kami sama-sama pakai grinder yang sama: Timemore C5 Hand Grinder. Jadi variabel grind relatif aman.
Saya sendiri main di “zona nyaman”:
- Hario Switch Immersion Dripper
- V60 dari One Two Cups
Dua alat ini sudah sangat saya kenal. Profil rasa yang keluar pun bisa ditebak:
- clarity tinggi
- acidity cukup tajam
- body clean
Dengan setup ini, saya bisa eksplor dan “menonjolkan” karakter masing-masing beans dengan cukup presisi.
Twist: Ketika B75 Masuk
Teman saya pakai Timemore B75 Crystal Eye Dripper warna hitam, lengkap dengan drip assist.
Awalnya saya nggak terlalu expect banyak. Tapi ternyata…
kopinya keluar dengan sweetness yang lebih intens.
Bahkan ketika saya coba seduh Puntang honey pakai B75—yang sebelumnya sudah saya kenal banget—hasilnya berubah cukup signifikan:
1. lebih manis
2. ebih rounded
3. acidity lebih jinak
4. body sedikit lebih tebal
Kenapa Flat Bottom Bisa Begitu?
1. Distribusi air lebih merata
2. Flat bottom bikin air menyebar ke seluruh bed kopi, bukan fokus ke satu titik seperti dripper konikal.
3. Ekstraksi lebih stabil
4. Air “nahan” sedikit lebih lama → gula lebih terekstrak → sweetness naik.
5. Lebih forgiving
Dibanding V60, B75 nggak terlalu sensitif ke pouring technique. Hasilnya lebih konsisten, apalagi untuk beans honey & natural.
Setelah dicoba langsung, ternyata karakter manis yang keluar dari Timemore B75 Crystal Eye Dripper itu memang by design, bukan kebetulan. Ini juga sejalan dengan review dari Christopher Fugol yg pernah jadi finalist World Brewers Cup
Insight: Alat Seduh Itu Ngaruh Banget
Sesi ini jadi reminder kalau dengan beans yang sama, hasil bisa beda jauh hanya karena alat.
Dan itu kerasa banget di Puntang honey—yang harusnya udah “kebaca”, tapi di B75 jadi punya dimensi baru.
Ending yang Bisa Ditebak 😄
Karena penasaran (dan sedikit FOMO), akhirnya saya ikut beli juga Timemore B75 Crystal Eye Dripper.
Bukan buat gantiin yang lama, tapi nambah opsi:
V60 → clarity & brightness
Switch → body & kontrol
B75 → sweetness & balance
Penutup
Kadang yang kita butuh bukan kopi baru…
tapi cara baru buat menyeduh kopi yang sama.
Dan jujur, B75 ini bikin gue pengen “kenalan ulang” sama semua beans yang gue punya. ☕
(ditulis sepanjang perjalanan pulang kantor dibatas KAI komuter 7 April 2026)